Jumat, 18 Maret 2011

PEMBELAJARAN VISUAL DAN AUDIO VISUAL


PEMBELAJARAN VISUAL
Yang dimaksud alat bantu visual yaitu gambar, model, objek atau alat – alat yang dipakai untuk menyajikan pengalaman konkrit melalui visualisasi kepada siswa dengan tujuan untuk:
  1. memperkenalkan, menyusun, memperkaya atau memperjelas konsep – konsep yang abstrak
  2. mengembangkan sikap yang diinginkan
  3. mendorong timbulnya kegiatan siswa lebih lanjut.
Alat Bantu visual umumnya di klasifikasikan mulai dari tingkat kekonkritan sampai dengan tingkat yang lebih abstrak, aliran pembelajaran visual yang di dasarkan pada konsep penggunaan bahan visual untuk membuat konkritkonsep abstrak yang di ajarkan

Pertama – tama aliran tersebut memperkenalkan gagasan untuk mengklasifikasikan jenis alat – alat bantu visual, dan tidak sekedar mendaftar saja. Kedua, menekanakan pentingnya pengintegrasian bahwa visual ke dalam kurikulum, dan bukannya dipakai secara terpisah – pisah.

Kelemahan aliran tersebut adalah karena hanya mengutamakan bahan itu sendiri, dan kurang memperhatikan desain, pengembangan, produksi, evaluasi dan pemngelolaan bahan itu. Kegiatan dianggap kurang penting karena perhatian dipusatkan kepada bahan itu sendiri. Kelemahan lain adalah adanya anggapan bahwa bahan visual merupakan alatbantu dan bukan merupakan suatu yang mampu membawakan unit pembelajaran sendiri. Dengan timbulnya rekaman suara dan film bersuara pembelajaran visual diperluas dengan menambahkan suara.







DARI PEMBELAJARAN VISUAL KE PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL
Ditinjau dari segi teknis, yang dimaksu dengan pembelajaran audio visual menunjuk pada beberapa macam perangkat keras yang dipakai guru untuk menyampaikan ide dan pengalaman melalui mata dan telinga. Perbedaan utam antara pembelajaran audio visual dengan teknik instruksional lainnya sekedar terletak pada masalah penekanan. Pembelajaran audio visual memberikan tekanan pada pengalaman konkrit atau non verbal dalam proses belajar, sedangkan teknik insruksional lainnya pada pengalaman verbal dan simbolis.

Peralatan dan bahan audio visual  jangan diklasifikasikan secara khusus sebagai sesuatu yang memberikan pengalaman melalui mata dan telinga,melainkan sebagai teknologi modern yang menyajikan pengalaman kongkrit dan kaya kepada siswa. Sekalipun pembelajaran audio visual menambahkan komponen audio kedalam aliran pembelajaran visual,namun penembahan konseptual hanya sedikit.

Aliran pembelajaran audio visual juga masih mengandung kelemahan yang terdapat pada aliran yang mendasarinya,yaitu lebih menaruh perhatian kepada bahan daripada proses pengembangan bahan itu,dan tetap memandang bahan audio visual sebagai alat Bantu guru dalam pengajaran.

DARI PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL KE TEORI KOMUNIKASI
Pendekatan yang lebih bermanfaat untuk memahami dan meningkatkan evisiensi dalam bidang audio visual tampaknya terletak pada teori komunikasi. Orientsi teknologi pendidikan pada komunikasi, mengubah kerangka teori bidang itu. Perhatian tidak lagi dipusatkan kepada benda – benda dalam bidang itu, melainkan kepada seluruh proses komunikasi informasi mulai dari sumber (baik guru maupun bahan) sampai ke penerima atau sasaran (si-belajar)

Untuk dapat menngambarkan seluruh proses ini, orientasi komunikasi menambahkan konsep kedua yang da[pat diterapkan pada definisi yang berlaku sekarang, yaitu pemanfaatan model yang dinamis. Diantara model – model proses komunikasi yang dikembangkan, model S-M-C-R merupakan model yang paling sederhana dan paling bermanfaat dalam menghasilkan konsep – konsep yang berhubungan dengan teknologi pendidikan.

Ditinjau dari segi komonikasi, si-belajar (penerima) dan guru atau bahan (sumber) menjadi bagian integral dari teknologi pendidikan. Kedua unsure tersebut tidak dipandang sebagai suatu yang ada diluar bidang teknologi pendidikan. Kelima macam indera dianggap sebagai bagian dari proses komunikasi, suatu konsep yang lebih menyeluruh daripada pengalaman mata dan telinga dalam aliran audiovisual. Sementara transisi dari pembelajaran audiovisual ke komunikasi berlangsung, secara parallel berlangsung pula transisi lain yang terpisah namun ada kaitannya.

DARI PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL KE KONSEP SISTEM AWAL
Suatu system dapat didefinisikan sebagai rangkaian komponen – komponen yang mempunyai tujuan sama. Arti  penting dari system adalah pengertian adanya:
  1. komponen – komponen dalam system
  2. integrasi komponen – komponen
  3. peningkatan efisiensi system.

Konsep system dalam teknologi pendidikan meganggap system sebagai produk, tetapi bukan sebagai yang terpisah – pisah seperti pada konsepsi bahan audiovisual, melainkan sebagai produk yang lengkap, tersusun dan terintegrasi sedemikian rupa hingga memungkinkan terjadinya pembelajaran secara lengkap. Proses intruksional dapat dipecah – pecah menjadi unsure – unsure:
  1. teknik penyajian untuk massa
  2. pengajaran individual yang berlangsung dengan mesin
  3. interaksi manusia
  4. belajar individual
  5. masa –masa kreatif

Konsep system awal dari teknologi pendidikan telah memperkenalkan beberapa konsep baru yang penting dalam bidang yang bersangkutan. Pertama, ditegaskan bahwa unit dasar atau produk bidang tersebut bukanlah bahan yang terpisah – pisah melainkan system intruksional yang lengkap. Konsep kedua yang ada hubungannya, memandang masing – masing bahan sebagai komponen system, dan bukan sesuatu alat bantu guru yang terpisah – pisah. Ketiga, konsep ini menunjukkan bahwa system instruksional berlangsung karena adanya suatu alasan. Oleh karena itu dalam system intruksional bahan perlu dirancang sebagai komponen untuk digunakan secara sistematik, dalam situasi intruksional tertentu.

KOMUNIKASI AUDIOVISUAL: PERPADUAN KOMUNIKASI DAN KONSEP SISTEM  AWAL
Komunikasi audiovisual ialah cabang teori dan praktek pendidikan khusus yang berkepentingan dengan rancangan dan pemanfaatan pesan yang mengendalikan proses belajar. Komunikasi audiovisual melaksanakan:
  1. penelitian tentang keunikan dan kelebihan relative dari pesan – pesan yang menggunakan gambar dan yang non representative, yang dapat digunakan untuk segala tujuan dalam proses belajar
  2. penyusunana dan pengaturan pesan oleh orang dan instrument dalam lingkungan pendidikan.

Komponen – komponen dalam suatu system diklasifikasikan menurut jenisnya, dan bukan sekedar mendaftar masing – masing komponen tersendiri. Pesan itu sendiri merupakan komponen yang penting, yang harus dimasukkan kedalam desain komunikasi audiovisual dan orang dan bahan harus pula disertakan sebagai komponen system.

Adapun kelemahan yang paling penting terletak pada tingkat konsepsi yang mendasar. Definisi ini mengandung awal konsep system sebagai proses atau pendekatan system. Hal ini tamapak dengan adanya dua masalah dalam definisi. Pertama, model yang menawarkan unsure – unsure system dan menggabungkannya dengan model komunikasi, serta menunjukan fungsi personel dalam kawasan yang diperlukan untuk melaksanakan model. Kedua, tidak semua unsure dalam pendekatan system dimasukkan sebagai bagian dari desain sub-sistem komunikasi audiovisual.

0 komentar:

Poskan Komentar